Jumat, 24 Agustus 2018

PUISI WS RENDRA

WS RENDRA
Kelahiran SURAKARTA  1935. Meninggal di DEPOK  2009.   

Puisi terakhir WS Rendra di buat sesaat sebelum dia wafat.
(SUMBER : DARI GRUP WA)

Hidup   itu   seperti
UAP,   yang   sebentar
saja   kelihatan,
lalu   lenyap !!
Ketika   Orang   memuji
MILIKKU,
aku   berkata   bahwa
ini   HANYA   TITIPAN
saja.


Bahwa mobilku
adalah   titipan-NYA,
Bahwa rumahku
adalah   titipan-NYA,
Bahwa hartaku
adalah   titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku
hanyalah   titipan-NYA . . .

Tapi mengapa
aku tidak pernah
bertanya,
MENGAPA  DIA
menitipkannya
kepadaku?
UNTUK  APA  DIA
menitipkan
semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan
milikku,
apa yang
seharusnya aku
lakukan untuk
milik-NYA ini?
Mengapa hatiku
justru terasa berat,
ketika titipan itu
diminta kembali
oleh-NYA?

Malahan ketika
diminta kembali,
kusebut  itu   MUSIBAH,
kusebut  itu   UJIAN,
kusebut  itu   PETAKA,
kusebut  itu  apa  saja . . .
Untuk melukiskan,
bahwa semua itu
adalah  DERITA . . .

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan
yang cocok
dengan
KEBUTUHAN  DUNIAWI,
Aku  ingin  lebih  banyak
HARTA,
Aku  ingin  lebih  banyak
MOBIL,
Aku  ingin  lebih  banyak
RUMAH,
Aku  ingin  lebih  banyak
POPULARITAS,

Dan  kutolak  SAKIT,
Kutolak  KEMISKINAN,
Seolah semua
DERITA  adalah
hukuman bagiku.

Seolah  KEADILAN
dan  KASIH-NYA,
harus berjalan
seperti
penyelesaian
matematika dan
sesuai dengan
kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah
derita itu menjauh
dariku.
Dan nikmat dunia
seharusnya kerap
menghampiriku...

Betapa curangnya
aku, Kuperlakukan
DIA  seolah
Mitra   Dagang  ku
dan bukan sebagai
Kekasih !

Kuminta  DIA
membalas
perlakuan  baikku
dan menolak
keputusan-NYA
yang tidak sesuai
dengan keinginanku..

Padahal setiap
hari kuucapkan,
Hidup   dan   Matiku,
Hanyalah   untuk-MU

Mulai hari ini,
ajari aku agar
menjadi pribadi
yang selalu
bersyukur dalam
setiap keadaan
dan menjadi
bijaksana, mau
menuruti
kehendakMU saja ya
ALLAH . . .

Sebab aku yakin...
ENGKAU
akan memberikan
anugerah dalam
hidupku...
KEHENDAKMU
adalah yang
ter BAIK  bagiku...

Ketika aku ingin
hidup  KAYA,
aku lupa,
bahwa  HIDUP
itu sendiri
adalah sebuah
KEKAYAAN.

Ketika aku berat
utk  MEMBERI,
aku lupa,
bahwa  SEMUA
yang aku miliki
juga adalah
PEMBERIAN.

Ketika aku ingin
jadi yang
TERKUAT,
....aku lupa,
bahwa dalam
KELEMAHAN,
Tuhan memberikan
aku  KEKUATAN.

Ketika aku takut
Rugi,
Aku lupa, bahwa
HIDUPKU
adalah sebuah
KEBERUNTUNGAN,
kerana  AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini
sangat indah,
ketika kita selalu
BERSYUKUR
kepada  NYA

Bukan karena hari
ini  INDAH
kita  BAHAGIA.
Tetapi karena kita
BAHAGIA,
maka hari ini
menjadi  INDAH.

Bukan karena tak
ada  RINTANGAN
kita menjadi
OPTIMIS.
Tetapi karena kita
optimis, RINTANGAN
akan menjadi tak
terasa.

Bukan karena  MUDAH
kita  YAKIN  BISA.
Tetapi karena kita
YAKIN  BISA . . !
semuanya menjadi
MUDAH.

Bukan karena
semua  BAIK
kita  TERSENYUM.
Tetapi karena kita
TERSENYUM,
maka semua menjadi
BAIK,

Tak ada hari yang
MENYULITKAN
kita, kecuali kita
SENDIRI
yang membuat
SULIT.

Bila kita tidak
dapat menjadi
Jalan  Besar,
cukuplah menjadi
JALAN  SETAPAK
yang dapat dilalui
orang,

Bila kita tidak
dapat menjadi
Matahari,
cukuplah menjadi
LENTERA
yang dapat menerangi
sekitar kita,

Bila kita tidak
dapat berbuat
sesuatu untuk
seseorang, maka
BERDOALAH
untuk kebaikan.


Saya share  karena sangat  bagus  untuk PEMBELAJARAN KEHIDUPAN KITA ðŸ™ðŸ™ðŸ™🙏 
Hasil gambar untuk gambar ws rendra

Alasan Merpati Menjadi Simbol Cinta dan Kedamaian

Ini kutipan blog seseorang yang habis penulis baca,,  lalu isinya bagus maka penulis coba untuk mengutip kembali,, thanks.. Alasan Merpati...